Dorong Kemajuan UMKM Ditengah Pandemi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kukar Keluarkan Strategi
(Tajudin)
TENGGARONG, Akibat Covid-19 semua sendi
masyarakat terdampak, apalagi para pelaku usaha kecil menengah, sangat
merasakan dampak hebat Covid-19, namun tidak sedikit pelaku UMKM di Kabupaten
Kutai Kartanegara yang tetap bertahan ditengah pandemi seperti sekarang ini,
meski omset dagangan mereka “anjlok”.
Pemerintah Kukar melalui Dinas Koperasi dan
usaha Kecil Menengah Kukar juga tidak tinggal diam, dalam mendorong peningkatan
usaha bagi para pelaku UMKM Kukar.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah Tajudin mengatakan, ada beberapa strategi yang di programkan untuk
pelaku UMKM, supaya pelaku UMKM bisa bertahan meskipun di tengah pandemi
Covid-19 yaitu, penumbuhan wirausaha baru, dimana pelaku usaha di tuntut untuk
kreatif, berinovasi, semakin banyak pelaku usaha dan semakin banyak peluang
usaha atau lapangan pekerjaan.
"Selain itu penguatan kapasitas dan
kualitas produksi, pelaku usaha di minta produksinya harus konstan, jika ada
permintaan pasar jadi kita sudah siap, kemudian penguatan kelembagaan,
bagaimana pelaku usaha harus bisa manage mulai dari keuangan dan tenaga kerja,
harus bisa memilah" Kata Tajudin kepada poskotakaltimnews, di ruang
kerjanya, Jum'at (18/12/2020)
Lanjut dia, setelah itu ada penguatan
perijinan, dimana pihak Dinas Koperasi telah mendampingi beberapa pelaku usaha
untuk ijin usaha mikro, tujuan ijin usaha mikro kecil ialah untuk legalitas
usaha.
"Dari 57 ribu pelaku usaha di Kukar,
baru 5 ribu pelaku usaha yang memiliki legalitas, maka dari itu ini termasuk
upaya kami juga, agar pelaku usaha di Kukar memiliki legalitas" Ucapnya
Ia menambahkan, Dinas Koperasi memfasilitasi
sertifikasi usaha yaitu sertifikasi Perijinan Industri Rumah Tangga (PIRT),
selain itu ada sertifikasi halal dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), kemudian
permodalan, dimana pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan pihak Bank, dan
pemasaran, dimana akses pemasaran tersebut pihaknya sudah melakukan kerja sama
dengan Bank Indonesia dengan di adakan pelatihan digitalisasi UMKM yakni
menggunakan 4.0.(*riz/poskotakaltimnews.com)